Melihat dari Dekat, Monev Menyusuri Pembangunan Infrastruktur di Empat Desa Gayam
BOJONEGORO — Pagi itu (29/9), pembangunan di sejumlah desa di Kecamatan Gayam tidak hanya dilihat dari laporan. Perkembangannya dipantau langsung dari lapangan, menyusuri satu lokasi ke lokasi lain untuk melihat bagaimana pekerjaan berjalan dan apa saja yang masih perlu diperhatikan.
Perjalanan monitoring dan evaluasi (Monev) dimulai dari Desa Ringintunggal. Di sana, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) menjadi salah satu titik yang dipantau. Jalan ini berkaitan langsung dengan aktivitas warga yang sehari-hari mengandalkan akses menuju kawasan pertanian.
Dari Ringintunggal, perjalanan berlanjut ke Desa Begadon. Kali ini, perhatian tertuju pada pembangunan drainase. Di tengah aktivitas pembangunan, kondisi di lapangan menjadi bagian penting yang dilihat untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana. Perjalanan kemudian sampai di Desa Cengungklung. Di TK Muslimat Cengungklung, proses rehabilitasi gedung menjadi fokus pemantauan. Bangunan yang nantinya digunakan untuk aktivitas pendidikan anak-anak tersebut menjadi salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian dalam program ini.
Tujuan terakhir adalah Desa Manukan. Di lokasi ini, Monev dilakukan pada pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Dari dekat, proses pekerjaan dapat dilihat sekaligus menjadi ruang untuk mencermati berbagai kondisi yang muncul selama pembangunan berlangsung.

Bagi masyarakat, pembangunan bukan sekadar soal material yang tersusun menjadi sebuah infrastruktur. Di baliknya ada kebutuhan sehari-hari yang ingin dijawab—akses menuju lahan pertanian, pengelolaan air, ruang belajar yang lebih baik, hingga infrastruktur yang mendukung lingkungan desa. Karena itu, Monev menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan. Bukan hanya untuk melihat sejauh mana pekerjaan telah berjalan, tetapi juga untuk memastikan setiap proses tetap berada pada jalurnya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pembangunan di empat desa tersebut merupakan bagian dari Program Peningkatan Akses Ekonomi melalui Penyediaan Infrastruktur Publik di Kabupaten Bojonegoro, yang didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan difasilitasi Forum Studi Pengembangan Potensi Daerah (FOSPORA).
Dari satu desa ke desa berikutnya, satu hal yang menjadi perhatian tetap sama: memastikan pembangunan yang dikerjakan hari ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi warga yang akan menggunakannya.