Kegiatan

Fasilitasi Pelatihan Pembangunan di 4 Desa Gayam, EMCL Berusaha Sejahterakan Warga

Bojonegoro – Pembangunan di Bojonegoro menjadi poin penting dalam rangka mewujudkan kesejahteraan warga desa. Atas dasar ini, terselenggara pelatihan pelatihan tim pelaksana pembangunan Program Aksi Kemitraan Untuk Pemberdayaan Masyarakat (PATRADAYA) di Kantor Desa Gayam Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Pada Rabu (24/7/2019).

Pelatihan ini dalam rangka menunjang pembangunan di 4 Desa sekitar Kecamatan Gayam yakni Pembangunan Pavingisasi di Desa Gayam dan Ngraho , Pembangunan lapangan sepak bola di Desa Manukan dan pembangunan pagar balai desa di Desa Cengungklung.

Agenda ini dihadiri sejumlah warga desa yang merupakan tim pelaksana pembangunan serta hadir pula unsur Pemerintah Desa, BPD, Karang Taruna, Tokoh Agama dan Sesepuh Masyarakat sekitar Desa.

Hadir pula perwakilan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator migas blok cepu selaku inisiator dan pendukung penuh Program PATRADAYA dan difasilitasi FOSPORA (Forum Studi Pengembangan Potensi Daerah) .

Dalam acara ini Winto selaku Kepala Desa Gayam berpesan kepad tim pelaksana (timlak) program dari warga desa sekitar agar memahami aturan atau materi pembekalan dengan baik, guna memperlancar program pembangunan.

“Harapannya timlak bisa memahami materi yg sudah disampaikan. Untuk ke depannya timlak bisa sesuai dengan aturan yang berlaku. Ini merupakan program dari emcl yang juga merupakan uang dari negara, dan itu akan di kroscek atau di audit. Jangan sampai nanti bapak ibu berpikiran ini uang exxon, bukan. Ini uang dari negara. Jadi nanti akan di audit”, ujarnya

Selain itu beliau juga berpesan agar jika hal yang kurang bisa dipahami bisa ditanyakan sejelas-jelasnya kepada tim fasilitator Fospora.

Perwakilan dari FOSPORA , yakni Kamari Muslim juga memberi pengarahan terkait standarisasi program.

“Pelatihan timlak bertujuan untuk persamaan persepsi. Dari setiap program punya satu standar masing-masing, jadi disini bisa disamakan persepsinya. Kalau ada perubahan di lapangan bisa dirubah. Antara di RAB, gambar dan di lapangan tidak sama. Proses timbal balik komunikasi harus aktif antara timlak, emcl dan tim teknik. Jadi kalau misalkan ada perubahan dapat dikomunikasikan”, ungkapnya.

Yani, perwakilan dari EMCL. Juga menegaskan terkait pentingnya menyimpan data pengerjaan.

“program ini menjadi salah satu fokus EMCL dalam membantu masyarakat. dari program ini tidak mengurangi porsi dari pemkab. Jadi harus diperhatikan betul tentang pekerjaan”, ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *