Lembaga

Nama Lembaga :

FOSPORA (Forum Studi Pengembangan Potensi Daerah)

Alamat :

Jl.ARIF RAHMAN HAKIM I No. 17 B Kode Pos 62115 Pacul – Bojonegoro – Jawa Timur

Contact Person : Ir. M. Sholihin HP. 0812 3062 0369 / 0816 1536 5445

Moch. Kamari HP. 0812 3508 6399 / 0857 3060 6801

NPWP : 66.145.193.0-601.000
Email : [email protected]

 

Tanggal Pendirian :

Forum Study Pengembang Potensi Daerah atau disingkat FOSPORA, Berdiri pada tanggal 04 Agustus 2009 dengan nama LINTSONG, Kemudian pada tanggal 01 Maret 2010 kami lakukan perubahan nama lembaga, menjadi FOSPORA sesuai dengan akta Notaris ( Perubahan ) Nomor : 09, Tanggal : 01 Maret 2010.

Tentang FOSPORA

FOSPORA adalah organisasi non pemerintah atau biasa di sebut Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berdiri pada tanggal 04 Agustus 2009, sebagai respon atas menguatnya tuntutan terhadap tersedianya sumberdaya manusia (Human Resources) yang berkualitas dan berbudaya, serta terwujudnya masyarakat egalitarian yang berperadaban. Adanya kesadaran bahwa sumberdaya manusia yang berkualitas menjadi prasyarat bagi terwujudnya masyarakat dan bangsa yang maju dan modern.

Berdasarkan data Bank Dunia, Indonesia adalah negara urutan ketiga (setelah Amerika Serikat dan Rusia) terkaya dalam hal sumber daya alam. Namun demikian, kondisi ini tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakatnya. Sampai saat ini, Indonesia masih berada dalam kelompok negara berkembang.

Fakta ini disebabkan oleh masih rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia pada satu sisi, disisi lain rusaknya moral, etika masyarakat dan Pemerintahan. Kekayaan alam yang berlimpah tidak dapat dioptimalkan pemanfaatannya karena tidak ditunjang oleh sumberdaya manusia yang memadai. Rendahnya kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang baik, birokrasi yang masih lekat dengan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) menjadi problem yang harus segera dipecahkan bersama oleh Bangsa ini.

Berangkat dari persoalan-persoalan di atas, maka beberapa aktifis yang mempunyai kepedulian terhadap problem kemasyarakatan dan kebangsaan dan upaya-upaya mengatasi persoalan-persoalannya, baik pada level akademis maupun praktis, bergabung mendirikan suatu lembaga bernama “FOSPORA”. Namun demikian, lembaga ini tidak didedikasikan untuk menjawab semua persoalan diatas dalam kerangka besar Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Tetapi lebih fokus pada wilayah yang lebih kecil, yaitu Bojonegoro, dan sekitarnya dengan pola pendekatan menghargai dan mengembangkan kearifan lokal. think globally, act locally.