Kegiatan

Gali Potensi Desa , Ajak Warga Desa Tuban Studi Banding di Umbul Ponggok Klaten

Klaten – Berbagai Desa tentunya berbondong bondong untuk menjadi yang terbaik di beberapa sektor seperti Ekonomi, Pelayanan Warga, Wisata, Kuliner , dan lain lain. Hal ini pula yang mendorong Forum Studi Pengembangan Potensi Daerah (FOSPORA) untuk selalu berupaya terus belajar mengembangkan potensi desa.

Bersama dengan Tim Pelaksana (Timlak) Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (PATRA DAYA) yang didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan merupakan gabungan Masyarakat dan Pemerintah Desa dari 8 Desa yang ada di Kabupaten Tuban, dilakukanlah Program Studi Banding Pengembangan BUM Des (Badan Usaha Milik Desa) di Kantor Desa Ponggok, Kec. Polanharjo, Kab. Klaten, Jawa Tengah pada Jum’at (25/1/2019).

Desa Ponggok yang terkenal dengan wisata air “Umbul Ponggoknya”, membuat orang – orang dari berbagai penjuru untuk datang berbondong – bondong ke Besa tersebut. Selain untuk tujuan wisata, tak sedikit yang berkunjung juga untuk belajar bagaimana mengembangkan BUM des yang baik seperti Umbul Ponggok.

Yani Setiadi, selaku Sekretaris Desa Ponggok yang sudah berkiprah selama 25 tahun dalam pengembang desa. Membeberkan bagaimana hasil jerih payah yang dibangun bersama warga desa hingga pendapatan Wisata Desa Ponggok tahun 2018 telah mencapai 4.4 Milyar Rupiah.

Foto bersama rombongan studi banding didepan Kantor Desa Ponggok, Klaten

“penting untuk setiap desa agar punya visi misi yang jelas untuk membangun desa, seperti Desa Ponggok yang dari awal punya visi misi untuk bisa mandiri dengan pengembangan wisata-wisata Desa yang mandiri”, ungkapnya.

Selain program wisata mandiri , Desa Ponggok juga punya program program lain yang merupakan penunjang pendapatan ekonomi Desa yakni dengan menjalin kerjasama potensi dengan dengan sejumlah Perusahaan ternama , salah satunya perusahaan Air minum. Karena mata air Desa Ponggok terkenal cukup jernih dan baik untuk diolah menjadi air konsumsi. Bahkan desa juga menerapkan kebijakan denda 100 bagi warganya yang membuang sampah di sumber air.

Desa Ponggok juga membuat semacam swalayan Desa sendiri. Ini semacam strategi sehingga desa mendapat pendaatan ekonomi dari para wisatawan luar kota yang datang ke Desa untuk berwisata.

“dengan adanya Supermarket Desa ini membuat uang dari para wisatawan masuk ke Pendapatan Desa , tapi uang Desa nggak kluar dari Desa hehehe….” , imbuhnya sambil ditanggapi gelak tawa para pengunjung yang datang ke aula kantor Desa ponggok.

Desa Ponggok juga memiliki berbagai program program yang memajukan kesejahteraan masyarakatnya selain ini, diantara lain program bantuan 1 rumah 1 sarjana, Kartu Pintar Desa, Kartu Kesehatan Desa, dan lain lain.

Kamari Muslim selaku program manager dari FOSPORA berharap dengan adanya studi banding ini bisa meningkatkan sumber daya kemampuan Desa dampingan program PATRADAYA untuk mengembangan potensi desa-desa yang mereka miliki.

“studi banding ini diharapkan bisa membuat desa menjadi lebih bisa belajar untuk mengembangan potensi Desanya” ungkapnya dalam acara studi banding.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *