Infrastruktur Desa Manukan dan Cengungklung Tuntas, Warga Didorong Rawat Hasil Pembangunan
Bojonegoro – Pembangunan infrastruktur publik di Desa Manukan dan Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memasuki tahapan pertanggungjawaban dan serah terima hasil pekerjaan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Melalui Musyawarah Pertanggungjawaban dan Serah Terima, hasil pembangunan di kedua desa tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya memastikan infrastruktur yang dibangun sesuai kebutuhan masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Di Desa Manukan, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) menjadi salah satu upaya memperkuat infrastruktur desa. Keberadaan TPT diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan tanah pada lokasi yang membutuhkan penahan serta mendukung keamanan lingkungan di sekitarnya. Sementara itu, di Desa Cengungklung, rehabilitasi gedung TK Muslimat Cengungklung diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan anak usia dini agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam lingkungan yang lebih layak.
Rangkaian pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Peningkatan Akses Ekonomi melalui Penyediaan Infrastruktur Publik dalam Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), yang difasilitasi oleh Forum Studi Pengembangan Potensi Daerah (FOSPORA).
Kepala Desa Manukan, Warngun, menyampaikan bahwa pembangunan TPT di desanya diharapkan dapat menjawab kebutuhan infrastruktur di lingkungan masyarakat. Menurutnya, hasil pembangunan perlu dijaga bersama agar dapat berfungsi sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Kepala Desa Cengungklung, Totok Hariyanto, menekankan pentingnya rehabilitasi gedung TK untuk mendukung kegiatan pendidikan anak-anak di desa. Sarana pendidikan yang lebih baik diharapkan dapat menunjang kenyamanan proses belajar mengajar sekaligus mendukung lingkungan pendidikan yang lebih layak bagi anak usia dini.
Dari sisi pelaksanaan program, perwakilan FOSPORA, Budi, menyampaikan bahwa Musyawarah Pertanggungjawaban dan Serah Terima merupakan bagian penting untuk memastikan hasil pekerjaan disampaikan dan dipertanggungjawabkan kepada pihak terkait. Menurutnya, kesesuaian hasil pembangunan dengan kebutuhan masyarakat serta pemanfaatan dan pemeliharaan setelah pekerjaan selesai menjadi hal yang perlu diperhatikan bersama.
Sementara itu, perwakilan EMCL, Ali Mahmud, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur melalui program pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari komitmen industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ali juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pemerintah desa yang selama ini telah mendukung kelancaran kegiatan operasi migas di Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris. Dukungan dan sinergi yang terjalin selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan operasi migas sekaligus mendorong kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Melalui kolaborasi antara industri hulu migas, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, pembangunan diharapkan dapat menjawab kebutuhan warga sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan.
Melalui sinergi antara EMCL, FOSPORA, pemerintah desa, dan masyarakat, pembangunan TPT di Manukan serta rehabilitasi gedung TK di Cengungklung diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai tujuan program. Musyawarah pertanggungjawaban dan serah terima menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas pelaksanaan sekaligus mendorong tanggung jawab bersama dalam merawat hasil pembangunan.