Jalan Desa, GOR, dan Lapangan Sepak Bola Jadi Fokus Program Infrastruktur di Manukan, Sudu, dan Cengungklung
Gayam, Bojonegoro – Pemerintah Desa Manukan, Desa Sudu, dan Desa Cengungklung menggelar sosialisasi Program Peningkatan Akses Ekonomi melalui Penyediaan Infrastruktur Publik di Kabupaten Bojonegoro, Selasa (15/7/2026). Kegiatan ini menjadi tahapan awal sebelum pelaksanaan pembangunan yang didukung penuh oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan difasilitasi oleh Forum Studi Pengembangan Potensi Daerah (FOSPORA).
Sosialisasi dihadiri oleh pemerintah desa, Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak), tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat. Selain memberikan pemahaman mengenai tujuan program, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penyampaian rencana pembangunan, mekanisme pelaksanaan, serta peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan program.
Di Desa Manukan, program akan difokuskan pada perbaikan jalan poros desa yang menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun kegiatan ekonomi. Kepala Desa Manukan, Warngun, menyampaikan apresiasi kepada EMCL dan FOSPORA atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat desanya.
“Atas nama Pemerintah Desa Manukan dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada EMCL yang telah memberikan dukungan terhadap perbaikan jalan poros desa. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama yang menunjang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi desa. Kami siap mendukung dan mengawal pelaksanaan program agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Warngun.
Warngun menambahkan bahwa partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan program. Dari susunan Tim Pelaksana Kegiatan yang telah dibentuk, keterlibatan perempuan di Desa Manukan mencapai 20 persen sebagai bentuk komitmen desa dalam mendorong pembangunan yang inklusif.
Sementara itu, di Desa Sudu, program akan difokuskan pada penyelesaian pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Desa yang diharapkan menjadi pusat kegiatan olahraga, kepemudaan, dan kegiatan sosial masyarakat. Kepala Desa Sudu, H. Abdul Manan, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada desanya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada EMCL dan FOSPORA yang telah membantu mewujudkan kebutuhan masyarakat melalui penyelesaian pembangunan GOR Desa Sudu. Fasilitas ini nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, tetapi juga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan yang mendukung pengembangan potensi warga,” kata Abdul Manan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam program menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan manfaat pembangunan. Di Desa Sudu, keterwakilan perempuan dalam Tim Pelaksana Kegiatan mencapai 14 persen dari total anggota tim yang telah dibentuk.
Di Desa Cengungklung, program akan mendukung perbaikan lapangan sepak bola desa yang selama ini menjadi pusat aktivitas olahraga dan ruang interaksi masyarakat. Kepala Desa Cengungklung, Totok Hariyanto, menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan berharap keberadaan fasilitas yang lebih baik dapat meningkatkan aktivitas positif masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada EMCL dan FOSPORA atas perhatian yang diberikan kepada Desa Cengungklung. Lapangan sepak bola ini menjadi salah satu fasilitas yang banyak dimanfaatkan masyarakat. Kami berharap perbaikan yang dilakukan nantinya dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan olahraga dan kepemudaan di desa,” ujar Totok Hariyanto.
Perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Feni K. Indaharti, mengatakan bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan elemen penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“EMCL hadir mendampingi program bersama FOSPORA sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Kolaborasi dan sinergi untuk kepentingan masyarakat sangat penting. Karena itu kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program sehingga hasil pembangunan dapat memberikan nilai tambah dan manfaat yang berkelanjutan bagi desa,” ujar Feni.
Sementara itu, perwakilan FOSPORA, Budi, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan wujud kerja sama antara EMCL, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur publik yang berdampak langsung bagi warga.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini kami menyampaikan tujuan program, bentuk kegiatan, serta timeline pelaksanaan pembangunan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong royong sebagai modal utama dalam menyukseskan program pembangunan infrastruktur desa,” kata Budi.
Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat memperoleh informasi mengenai tahapan pelaksanaan program sekaligus kesempatan untuk memberikan masukan terhadap kegiatan yang akan dilaksanakan. Perbaikan jalan poros desa di Manukan, penyelesaian GOR Desa Sudu, dan perbaikan lapangan sepak bola di Cengungklung diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung peningkatan aktivitas ekonomi, sosial, dan kepemudaan di masing-masing desa.
Program Peningkatan Akses Ekonomi melalui Penyediaan Infrastruktur Publik di Kabupaten Bojonegoro merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kualitas infrastruktur desa yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan EMCL, fasilitasi FOSPORA, serta partisipasi aktif pemerintah desa dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan desa di Kecamatan Gayam.